PERTANYAAN
:
Assalamun'alaikum
warohmatullah...... Maaf di mohon pencerahan'y mengenai Hadist ini : '' Barang
siapa memberi,menolak,mencintai,membenci,dan menikah karena Allah,maka
sempurnalah imannya.'' (HR Abu Daud). Sebelum dan sesudah saya ucapkan
trimakasihmohon di maklum ane belum paham sanget Hadist ini ^__^..
JAWABAN
:
Wa'alaikumsalam
Warohmatullah
ومن
حديث أبي أمامة ، عن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) قال : " من أحب لله وأبغض لله
وأعطى لله ومنع لله فقد استكمل الإيمان " ( 134 ) . وخرجه أحمد ، والترمذي من حديث
معاذ بن أنس ، عن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) وزاد أحمد في رواية " وأنكح لله " (
135 ) .
وآخر
الحديث رواه أبو داود من حديث أبي أمامة مرفوعا من أحب لله وأعطى لله ومنع لله
وأنكح لله فقد استكمل الإيمان ورواه الترمذي من حديث معاذ بن أنس مثله
Arti Hadits : Barangsiapa
mencintai, membenci, memberi, menolak, dan menikah karena Allah, maka
sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud).
(من
أحب لله) أي لأجله ولوجهه مخلصا لا لميل قلبه وهوى نفسه (وأبغض لله) لا لإيذاء من
أبغضه له بل لكفره أو عصيانه (وأعطى لله) أي لثوابه ورضاه لا لميل نفسه (ومنع لله)
أي لأمر لله كأن لم يصرف الزكاة لكافر لخسته وإلا لهاشمي لشرفه بل لمنع الله لهما
منها واقتصار المصنف على هذا يؤذن بأن الحديث ليس إلا كذلك بل سقط هنا جملة وهي
قوله ونكح لله ، هكذا حكاه هو عن أبي داود في مختصر الموضوعات (فقد استكمل الإيمان)
بمعنى أكمله ، ذكره المظهر
(Mencintai karena Allah)
artinya cinta yang ada padanya semata-mata karena Allah tidak timbul dari rasa kecendrungan hati dan hawa nafsunya.
(Membenci karena Allah)
arttinya perasaan benci pada sesuatu yang ada padanya akibat sesuatu tersebut
memang dibenci oleh Alllah bukan karena sakit hati yang ia terima dari orang
yang ia benci.
(Memberi karena Allah)
artinya memberi sesuatu pada lainnya dengan harapan dapat meraih ridho dan
pahala dari Allah bukan karena kecondongan hatinya pada yang ia beri.
(Menolak karena Allah)
artinya penolakan yang ia lakukan atas dasar perintah Allah seperti saat ia
tidak mau memberikan zakat pada orang non muslim karena tiada kemuliaan darinya
atau pada keturunan bani Hasyim karena keagungan derajatnya. [ Faidh al-Qadiir
VI/38 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab


Post a Comment