PERTANYAAN
:
Assalamu'alaikum, mau
tanya... apakah sendawa ( TEURAB dalam bahasa Jomin. ^_^ ) itu dosa atau sekedar ga sopan santun
aja..? makasih.. wassalamu'alaikum..
JAWABAN
:
Wa'alaikumsalam. ADAB
BERSENDAWA :
• MERENDAHKAN
SUARA
(إذا
تجشأ أحدكم) من الجشإ بالضم وهو صوت مع ريح يخرج من الفم عند الشبع (أو عطس) بفتح
الطاء ومضارعه بكسرها وضمها (فلا يرفع) ندبا (بهما الصوت) أي صوته (فإن الشيطان يحب
أن يرفع بهما الصوت) فيضحك منه ويهزأ به فيندب خفض صوته لهما قدر الإمكان ويكره
الرفع عمدا فإن تأذى بهما أحد اشتدت الكراهة بل قد تحرم
“Bila salah seorang
diantara kalian bersendawa (glege’en-java-pent.) atau bersin maka janganlah
mengeraskan suaranya karena sesungguhnya syetan suka terhadap suara kerasnya”
maka ia mentertawakan dan mengejekmu, karenanya disunahkan sedapat mungkin
merendahkan suara dan dimakruhkan mengeraskannya terlebih bila menyakitkan orang
lain maka hukumnya sangat makruh bahkan bisa menjadi haram. Sendawa ialah suara
disertai bau tidak sedap yang keluar dari mulut akibat kekenyangan. [ Faidh
alQadiir I/405 ].
• JANGAN MENDONGAK KE
ATAS
وإن
تجشأ فينبغي أن لا يرفع رأسه إلى السماء وإن سقط رداؤه فلا ينبغي أن يسويه وكذلك
أطراف عمامته فكل ذلك مكروه إلا لضرورة
Bila seseorang bersendawa
sebaiknya jangan mengangkat kepala keatas meskipun karenanya mengakibatkan
serbannya jatuh, yang demikian makruh kecuali saat terpaksa. [ Ihyaa’
‘Uluumiddiin I/189 ].
• SAAT SENDAWA DALAM
SHALAT, ANGKATLAH KEPALA
وقد
نَصَّ أحمد عَلَى أن من تجشأ فِي صلاته فإنه يرفع رأسه إلى السماء ؛ لئلا يتأذى من
إلى جانبه برائحة جشائه .
Imam Ahmad menetapkan bahwa
orang yang bersendawa dalam shalatnya agar mengangkat kepalanya agar tidak
menyakiti orang yang ada di sekitarnya akan bau tidak sedap sendawa. [ Fath
al-Baari III/409 ].
• SUNNAH MEMBACA
HAMDALAH
وورد
أن من عطس أو تجشأ فقال : الحمد لله على كل حال رفع الله عنه سبعين داء أهونها
الجذام
Terdapat keterangan bahwa
orang yang bersin dan sendawa kemudian mengucapkan “Segala puji bagi Allah atas
semua keadaan”. Allah menghilangkan darinya 70 penyakit yang paling ringannya
adalah penyakit kusta. [ Bughyah al-Mustarsyidiin I/173 ]. Wallaahu A’lamu Bis
Showaab


Post a Comment